BERBAGI

9 Langkah Membuat Artikel SEO Friendly – Banyak blogger yang mengerti cara menulis artikel secara lancar dan teratur, namun tidak banyak yang tahu cara menulis artikel SEO friendly.

Update algoritma Google yang terbaru, artikel website yang berkualitas tidak hanya bagus untuk mesin pencari, tapi juga untuk pembaca (human).

Banyak tips-tips tentang cara menulis artikel SEO friendly di internet serta saran dari penyedia jasa seo, namun tidak semuanya bisa diaplikasikan dan ada beberapa bahkan yang sudah outdated dengan perkembangan algoritma mesin pencari terkini, utamanya Google.

Untuk itu saya sajikan artikel 15 cara terampuh menulis artikel SEO friendly yang kemungkinan besar belum Anda tahu

1. Utamakan User Experience Dan Keyword Sebagai Judul

Kita akan bahas satu persatu :

  • User experience atau pengalaman pengguna.

Pada bagian ini saya masukkan sebagai bagian pertama karena sebagai elemen paling berpengaruh dalam menulis artikel SEO friendly. Dan nantinya, poin-poin lain yang ada ditulisan ini juga banyak berbuhungan dengan user experience atau biasa disebut AB.

Kenapa user experience ?

Karena sangat susah dimanipulasi.

Tidak seperti backlink dan konten yang selalu diberikan seorang jasa seo secara terus menerus. User experience sangat susah dimanipulasi karena diluar kontrol kita sebagai pemilik web. Jadi, tidak heran jika inilah salah satu faktor penting yang digunakan Google untuk meminimalisir manipulasi ranking di search engine mereka.

Maksud dari user experience di sini adalah aktivitas dan respon user ketika mereka menjelajahi blog kita. Mulai dari berapa lama mereka membaca, respon terhadap artikel yang dibaca, berapa halaman yang mereka buka, bagian-bagian web mana yang mereka klik, dan sebagainya.

Logikanya, semakin lama dan betah mereka di suatu web, maka makin berkualitas isi dari web tersebut.

Meski soal ini masih menjadi perdebatan, tapi banyak yang berpendapat bahwa Google bisa melacak hampir seluruh aktivitas browsing kita, meski tanpa menggunakan properti mereka seperti Google analytic, Google toolbar ataupun Google chrome.

Jadi se-expert apapun teknik penulisan artikel SEO Anda, jika tidak memperhatikan user experience maka kemungkinan besar hasilnya tidak akan maksimal.

Apa saja yang masuk ke dalam kategori user experience ? Banyak.

Konten yang berkualitas adalah salah satunya.

Faktor-faktor lain yang mempengaruhi user experience misalnya :

  • Desain Website / Blog yang profesional
  • Navigasi yang mudah
  • Ukuran dan jenis font yang mudah dibaca
  • Meminimalisir kesalahan ejaan (typo)
  • Interaksi yang baik (komentar, diskusi, share, dsb)
  • Kecepatan loading
  • Responsive design dsb.

Inti dari AB adalah, menyajikan konten dan website yang berkualitas dengan menempatkan pembaca sebagai sasaran utamanya.

User experience

  • Gunakan Keyword di Judul Artikel

Hal ini harus dilakukan jika Anda ingin lebih mudah bersaing di SERP. Karena judul (title) merupakan elemen pertama yang di crawl Google untuk menentukan topik suatu artikel.

Tidak memberi keyword utama di title sama saja dengan menyuruh Google untuk menebak-nebak tema postingan Anda.

Peletakan keyword yang paling baik pada title adalah yang diawal kata. Makin ke kiri (ke awal kata) makin baik.

9 langkah membuat artikel seo friendly

2. Gunakan Judul yang Mengundang Klik

Seperti contoh kasus diatas, kadang ada yang kesulitan dalam membuat judul artikel karena jika dibuat sesuai keyword yang dibidik, akan tampak canggung dan kaku ketika dibaca. Namun jika dibuat menjadi judul yang luwes dan mengundang klik, justru keywordnya yang tidak bisa masuk.

Untuk masalah diatas, saya ada solusi.

Bagi Anda pengguna wordpress, gunakan plugin All in One SEO pack atau sejenisnya yang berfungsi untuk me-rewrite judul artikel. Jadi, Anda punya 2 judul untuk 1 postingan. 1 judul untuk pembaca (user), 1 judul untuk search engine.

9 langkah membuat artikel seo

Namun saat ini yoast adalah pemeran utama untuk plugin SEO, termasuk penyedia jasa seo. Lalu bagaimana dengan situs Anda, memakai Yoast atau All In Seo Pack ? Kedua plugin ini sama-sama baik dan bagus, tergantung dari kita yang memahaminya

Untuk jumlah huruf dalam judul yang dibuat untuk search engine usahakan tidak melebihi 60 huruf, agar tidak terpotong di halaman pencarian.

Update terbaru, Google membatasi Title tag di SERP menjadi 600px, untuk jumlah karakter tergantung penggunaan huruf besar dan kecil, spasi, tanda baca dsb.

Usahakan juga judul untuk search engine ini tetap enak dibaca karena nantinya pengunjung dari search engine pasti membaca judul dan deskripsi tulisan Anda (snippet) di search engine sebelum masuk ke blog.

Apakah Anda pernah berfikir sampai kesitu ??

Contoh mudahnya adalah blog-blog AGC (auto generated content).

Kenapa mereka jarang menguasai SERP, apalagi untuk keyword-keyword potensial ? Menurut saya salah satunya dikarenakan judul dan deskripsi di snippet mereka rata-rata berantakan dan tidak mengundang klik.

AGC biasanya menang di keyword-keyword long tail yang panjang dan keyword-keyword typo (salah tulis) yang jarang dan hampir tidak ada kompetitornya.

Untuk judul yang dibaca user Anda bisa berkreasi sesuka hati. Usahakan yang catchy dan tetap menarik klik.

3. Tulis Artikel Panjang dan Mudah Dimengerti

Banyak yang berpendapat semakin panjang artikel maka semakin baik pula peringkatnya di search engine.

Pendapat ini bisa benar, bisa juga salah. Lagi-lagi balik ke poin pertama, tergantung dari user experiencenya.

Kalau Anda bisa menulis artikel yang panjang dengan tetap mengutamakan user experience maka tentu saja itu lebih bagus. Namun jika Anda bersikeras menulis artikel panjang hanya untuk memenuhi target SEO (dengan isi artikel acak-acakan dan muter-muter) saya rasa cara Anda tersebut tidak akan efektif.

Apa yang saya maksud dengan artikel panjang dan dalam ?

Maksud saya adalah artikel yang tidak hanya panjang (banyak) jumlah kata-katanya, tetapi juga membahas topik secara mendalam (lengkap dan menyeluruh).

Dalam bahasa inggris sering disebut dengan istilah in-depth content.

4. Gunakan Internal Linking

Internal linking adalah link antar halaman dalam satu blog/website, hal ini yang sering digunakan oleh seorang penyedia jasa seo didalam meiakan rangking website/blog

Berapa jumlah ideal internal link per post nya ?

Lagi-lagi tidak ada ukuran pasti karena ini juga berhubungan dengan user experience. Jika Anda merasa 10 internal link per post tidak akan menyakiti mata pembaca Anda maka silahkan saja.

Jika ada yang bilang internal link tidak boleh melebihi 3-5 link per post maka abaikan saja, pasti yang ngasih saran kurang update ilmu SEOnya.

Lihat Wikipedia sebagi contohnya, berapa interlink mereka per halamannya ? Banyak.

Apakah mereka di penalty Google ? Jawabannya TIDAK.

Selain bagus untuk user experience, internal linking juga akan memperkuat antara halaman yang satu dengan yang lain dari sisi SEO.

Dengan internal link, jika salah satu halaman mendapat sebuah backlink, maka 85% power dari backlink tersebut akan mengalir dan terbagi-bagi ke halaman lain yang mendapat link dari halaman tersebut (biasa disebut dengan linkjuice).

5. External Linking ke Authority Site yang Relevan

Banyak yang salah kaprah soal ini. Karena takut peringkat webnya jatuh jika memberi link keluar maka banyak yang menggunakan link nofollow ketika melakukan external linking.

Pendapat saya, selama external link Anda ke web-web authority yang relevan dengan topik tulisan, maka memberi dofollow link tidak akan memberi efek buruk ke web Anda. Malah sebaliknya, Google akan melihat web Anda sebagai web yang bagus karena selalu mereferensikan web-web yang sudah di percaya.

External link ke web-web yang berkaitan dengan topik bahasan juga membantu pembaca untuk mendapatkan sumber-sumber referensi lain yang akurat.

Tips : Ketika melakukan external link, gunakan attribut dofollow untuk web-web authority yang relevan dengan topik tulisan, dan gunakan attribut nofollow untuk web-web affiliate (jika Anda merekomendasikan produk/jasa).

Mungkin Anda khawatir dengan terlalu banyaknya kata pengulangan didalam Keyword Density. Namun kami juga akan menjelaskan bahwa Keyword density adalah intensitas tampilnya keyword dalam satu halaman artikel.

Berapa keyword density yang ideal untuk artikel yang SEO friendly ?

Jika dulu dijaman sebelum Google Panda banyak yang menyarankan di sekitar 3% – 5%, untuk algoritma sekarang ini sebaiknya Anda tidak perlu terlalu memusingkan soal itu. Keyword density mungkin penting, tapi algoritma terbaru Google sudah cukup pintar untuk mendeteksi kualitas dari sebuah artikel.

Anda malah harus berhati-hati jika persentase keyword density terlalu banyak, karena bisa berefek buruk (keyword stuffing). Untuk mendapatkan hasil maksimal Anda harus mengikuti 9 Langkah Membuat Artikel SEO Friendly yang kami berikan ini.

6. Kurangi Penggunaan Bold, Italic, Underline

Hal ini juga salah satu teknik jadul yang kadang disalahgunakan. Menggunakan tanda bold (garis tebal), italic (garis miring) dan underline (garis bawah) fungsinya untuk membantu search engine mengenali kata-kata yang penting di artikel kita.

Tapi dalam prakteknya, banyak yang menggunakannya secara berlebihan dan mengaplikasikannya hanya pada keyword-keyword yang di bidik saja.

Mungkin itu bisa sedikit membantu dari segi penguatan keyword, tapi dari segi user experience, sangat buruk. Tulisan dengan penggunaan Bold, Italic dan Underline yang berlebihan bisa membuat pembaca sakit mata dan cepat-cepat menutup halaman web karena tulisan yang dibaca kelihatan tidak profesional.

Gunakan Bold, Italic dan Underline sewajarnya saja.

Kalaupun untuk memperkuat keyword, gunakan bold sekali saja. Untuk italic biasanya digunakan pada istilah-istilah asing, sedangkan underline untuk istilah atau catatan yang penting. Anda bisa mengimprovisasi penggunakan fitur ini dengan tetap memperhatikan segi user experience.

7. Gunakan Elemen h1, h2 & h3

Elemen heading h1, h2 & h3 digunakan untuk menentukan elemen-elemen terpenting pada suatu halaman website.

Di theme-theme default wordpress atau template default blogspot elemen h1 biasanya digunakan untuk Judul website (homepage), H2 untuk judul postingan dan h3 untuk elemen-elemen website yang lain seperti related post dan widget di sidebar.

Struktur theme default dengan h1 dihomepage lebih cocok untuk website-website niche khusus (microniche) karena keyword utama memang berada di homepage. Namun theme jenis ini kurang disukai karena tidak dinamis seperti theme-theme premium yang banyak dijual dipasaran.

Theme dinamis dengan struktur SEO friendly biasanya mempunyai struktur heading yg sama dengan theme-theme default ketika dihomepage, namun berubah ketika di halaman postingan, dengan menempatkan judul postingannya sebagai h1 (bukan judul homepage).

Ketika Anda menulis artikel untuk keperluan SEO, pastikan h1 Anda adalah judul postingan. Untuk h2, Anda bisa menggunakannya di sub title postingan.

Seperti yang saya lakukan di tulisan ini, ke 15 poin yang ada dalam cara menulis artikel seo ini saya tulis dengan menggunakan h2.

note: Penggunaan h2, h3 dst bisa lebih dari 1x dalam satu halaman website (pages). Tapi penggunaan h1 sebaiknya hanya 1x saja karena h1 adalah topik utama suatu halaman.

8. Gunakan URL Pendek dan Mengandung Keyword Utama dan Optimasi Meta Deskripsi.

Kita akan bahas bagian ini satu-persatu

  • Mengenai URL

Pada URL pendek berbeda dengan Judul artikel, permalink yang bagus bukan yang kaya variasi keyword, tapi yang mudah dideteksi oleh search engine apa yang menjadi topik utama artikel tersebut.

Contoh :
Judul : 9 Langkah Membuat Artikel SEO Friendly Yang Baik Dan Benar
Permalink asli : /9-langkah-membuat-artkel-seo-friendly-yang-baik-dan-benar.html
Permalink yang bagus untuk SEO : /9-langkah-membuat-artikel-seo-friendly

Judul : Bagaimana Cara Cepat Membuat Artikel Seo Friendly Untuk Google
Permalink asli : /cara-cepat-membuat-artikel-seo-friendly-untuk-google
Permalink yang bagus untuk SEO : /cara-cepat-membuat-artikel-seo

Disini banyak yang melakukan sebaliknya. Menggunakan url panjang-panjang dengan harapan lebih banyak keyword yang masuk.

Dengan url panjang, mungkin lebih banyak keyword yang masuk, tapi keyword utama akan lebih susah bersaing.

Matt Cutts dalam interviewnya dengan Stephan Spencer juga menyarankan untuk menggunakan tidak lebih dari 3 – 5 kata dipermalink.

Meski saya tidak pernah 100% percaya dengan omongan engineer Google yang satu ini, tapi kali ini saya setuju.

Entah ada hubungannya atau tidak, permalink default di blogspot (milik Google) jika tidak di custom juga akan otomatis memotong permalink yang terlalu panjang.

Untuk cara customisasi (merubah) permalink ini cukup simpel, di menu visual editor arahkan kursor ke bagian bawah title postingan dan klik “Edit”

  • Optimasi Meta Deskripsi

Menggunakan keyword utama dikalimat pertama agar lebih SEO friendly biasanya membuat postingan jadi agak kaku.

Untuk membuatnya, Anda bisa menempatkan keyword Anda di meta deskripsi (untuk pengguna wp bisa menggunakan plugin AIl SEO Pack, SEO by Yoast atau Platinum SEO Pack). Meta deskripsi inilah yang nantinya menjadi snippet di search engine.

Dengan menaruh keyword di meta deskripsi, Anda bisa lebih leluasa dan luwes dalam menulis artikel untuk user terutama di kalimat dan paragraf pertama.

Perlu diperhatikan bahwa meski meta deskripsi ini hanya dilihat search engine ketika mengunjungi blog Anda, meta deskripsi ini juga dilihat user ketika googling di search engine, jadi pastikan kalimat yang ada di meta deskripsi ini tetap menarik dan mengundang klik, bukan hanya sekedar di jejali dengan keyword-keyword dan LSI nya. Sekali lagi, ini berhubungan dengan user experience utamanya CTR Anda di SERP.

Google membatasi penggunaan meta deskripsi sekitar 160 karakter, jadi olah sebaik mungkin meta deskripsi Anda dalam batasan jumlah karakter ini karena jika melebihi maka deskripsi Anda akan terpotong.

9. Masukkan Attribut Alt di Image (Gambar)

Google tidak bisa membaca file gambar (image), maka disini penggunakan attribut alt diperlukan sebagai pengganti untuk menjelaskan isi file image ke robot yang melakukan crawling di halaman tersebut.

Tips : Resolusi dan ukuran gambar yang lebih besar biasanya mempunyai performa yang lebih bagus di search engine. Usahakan untuk minimal menggunakan gambar dengan ukuran 400px x 600px. Jangan lupa melakukan kompresi file jika dirasa terlalu memberatkan loading web.

Demikian 9 Langkah Membuat Artikel SEO Friendly yang bisa Anda terapkan ke blog/situs Anda.

Panduan menulis ini sering juga diterapkan oleh penyedia jasa seo terbaik, untuk menaikan peringkat situs para customer. Apakah ada pertanyaan mengenai artikel ini ? Jika ada kesalahan silakan tuliskan di kolom komentar.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here